Lorem Ipsum Dolor .......

Lorem ipsum lorem ipsum lorem ipsum lorem ipsum.......

SOFT SKILL YANG DIBUTUHKAN DALAM DUNIA KERJA

SOFT SKILL YANG DIBUTUHKAN DALAM DUNIA KERJA

Tahun 2007 BINUS Career pernah mengadakan survey terhadap 70 perusahaan untuk mengetahui bagaimana kesan mereka terhadap kualitas lulusan BINUS. Dari survey tersebut diperoleh data bahwa lulusan BINUS memiliki kualitas yang baik dalam hal :
1. Tanggung jawab kerja
2. Disiplin kerja
3. Kemampuan teknis
Sementara itu berdasarkan hasil survey yang sama diperoleh data bahwa lulusan BINUS masih belum baik dalam hal (diurutkan berdasarkan ranking) :
1. Kemampuan manajerial/kepemimpinan
2. Inisiatif kerja
3. Etika profesional
4. Kerjasama tim


Sumber : http://www.binuscareer.com/Article.aspx?id=Y3MImi0UkBJb5KZgr2QeRG6bjeJKOamoLVJ64Puw3dI%3D

SOFT SKILL dalam DUNIA KERJA

Ada yang mengatakan ”Pekerja yang terampil mudah didapat, tetapi pekerja yang jujur bak intan berlian, sangat sulit didapat”. Saya mengingat delapan tahun yang lalu, saat saya baru bekerja hampir setahun, saya menghadiri sebuah seminar dengan pembicara seorang pakar leadership dari Inggris. Dia mengatakan bahwa dalam sebuah perusahaan yang hampir semua karyawannya korupsi termasuk si pemilik perusahaan itu juga korupsi, si pemilik perusahaan tetap akan mencari karyawan yang tidak bermental korupsi untuk bekerja di tempatnya.
Pelamar kerja seperti apa yang dicari oleh perusahaan ? Pelamar kerja yang tidak hanya menguasai hal teknis atau hard skill/hard competency tetapi juga yang memiliki soft skill/soft competency (lihat juga artikel dengan judul ”Penilaian dalam Wawancara”). Pekerja yang jujur yang didambakan oleh pemilik perusahaan seperti yang sudah diuraikan di atas, merupakan pekerja yang memiliki soft skill.
Menurut Kamus Kompetensi yang dikeluarkan oleh Harvard University, kompetensi merupakan sesuatu dalam diri seseorang yang harus ditampilkan agar pekerjaan, peran, fungsi, atau tugas menjadi efektif. Termasuk didalamnya perilaku yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan, motivasi, serta pengetahuan teknis/keterampilan teknis. Kompetensi sendiri terbagi atas 2 hal besar, yaitu hard competency (selanjutnya disebut hard skill) & soft competency (selanjutnya disebut soft skill). Hard skill merupakan sesuatu yang mudah untuk diamati dan dikembangkan, biasanya berupa keterampilan teknis atau pengetahuan. Mis : A memiliki kemampuan hard skill dalam membuat program dengan bahasa pemograman VB.Net. Sedangkan soft skill merupakan sesuatu yang sulit untuk diamati dan butuh waktu untuk mengembangkannya, serta sangat penting untuk sukses jangka panjang. Soft skill ini merupakan karakteristik dasar kita. Yang termasuk di dalamnya antara lain motivasi, watak, sikap, konsep diri, dan nilai/values


Sumber : http://www.binuscareer.com/Article.aspx?id=Y3MImi0UkBJb5KZgr2QeRG6bjeJKOamoLVJ64Puw3dI%3D

Manfaat softskill

Softskill adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang “EQ” (Emotional Intelligence Quotient), kumpulan karakter kepribadian, rahmat sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain. Dengan Softskill kita dapat berkreasi dan terampil.
Berikut adalah beberapa manfaat softskill yang saya ketahui:
1.  sebagai atribut kualitas jasa
2. dapat bersifat mandiri
3. softskill dapat membangun karakter
4. membangun kepribadian yang berkualitas
5. menumbuhkan rasa percaya diri
6. dapat bersosialisai dalam team
7. menumbuhkan kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian kita
8. juga dapat membentuk jiwa yang kritis di dalam diri kita
Jadi kesimpulannya softskill dapat membentuk kepribadian dan softskill juga menjadi tolak ukur seseorang dalam bekerja


Sumber : http://toni43.wordpress.com/2010/01/06/manfaat-softskill/

PERANAN HARDSKILL DAN SOFT SKILL DALAM DUNIA KERJA

Di dalam persaingan seperti sekarang, kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki profesionalisme dan manajerial skill yang berbasis kemampuan sudah merupakan tuntutan. Terlebih di dunia kerja sekarang banyak dipengaruhi perubahan pasar, ekonomi dan teknologi. Tenaga kerja yang memiliki kecerdasan emosional (Emotional Quatient) sangat mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut disamping kecerdasan intelektual. Berdasar hasil survey Nasional Assosiation of Colleges and Employers USA (2002) terhadap 457 pimpinan perusahaan menyatakan bahwa Indeks Kumulatif Prestasi (IPK) bukanlah hal yang dianggap penting dalam dunia kerja. Yang jauh lebih penting adalah sotfskill antara lain kemampuan komunikasi, kejujuran, kerjasama, motivasi, kemampuan beradaptasi dan kemampuan interpersonal dengan orientasi nilai pada kinerja yang efektif.
Keterampilan sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang. Dengan keterampilan yang ada seseorang dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Secara umum, keterampilan manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill).

Kemampuan individu dalam berhubungan dengan orang lain atau disebut interpersonal skills , dan kemampuan individu untuk mengatur dirinya sendiri untuk unjuk kerja secara maksimal atau disebut intrapersonal skills.
INTRAPERSONAL SKILL, contohnya :
• Transforming Character  ( transformasi karakter )
• Transforming Beliefs ( transformasi keyakinan )
• Change management ( manajemen perubahan )
• Stress management  ( stress manajemen )
• Time management ( manajemen waktu )
• Creative thinking processes ( proses berpikir kreatif )
• Goal setting & life purpose ( penetapan tujuan dan tujuan hidup )
• Accelerated learning techniques ( belajar teknik dipercepat )
INTERPERSONAL SKILL, contohnya :
• Communication skills ( ketrampilan komunikasi )
• Relationship building ( membangun hubungan )
• Motivation skills ( ketrampilan motivasi )
• Leadership skills ( ketrampilan kepemimpinan )
• Self-marketing skills ( ketrampilan pemasaran diri )
• Negotiation skills  ( ketrampilan negosiasi )
• Presentation skills ( ketrampilan presentasi )
• Public speaking skills ( ketrampilan berbicara di depan umum )
Cara meningkatkat softskill , yaitu :
• Learning by doing. Soft skill bisa diasah dan ditingkatkan seiring dengan pengalaman dalam dunia kerja/berorganisasi.
• Berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain.
• Mengikuti pelatihan-pelatihan / seminar tentang manajemen.

Sumber : http://rapendik.com/program/halo-pendidikan/umum/1170-pentingnya-hard-skill-dan-soft-skill-pada-mahasiswa

PERANAN HARD SKILL DAN SOFT SKILL

Hard skill sangatlah penting untuk dikembangkan, karena kemampuan seseorang untuk melakukan sebuah pekerjaan dengan baik dan benar adalah tergantung bagaimana hard skill yang dia miliki. Tidak mungkin seseorang bisa membuat sebuah alat yang berguna jika dia tidak mengetahui cara pembuatan, tujuan, dan kegunaannya alat tersebut. ataupun tidak mungkin seseorang mampu memperbaiki sesuatu jika dia tidak tuhu apa yang dia perbaiki.
Sebelum melamar sebuah pekerjaanpun seharusnya lulusan perrguruan tinggi (mahasiswa) harus memperhatikan pekerjaan yang akan diterimanya dengan kemampuannya. Membandingkan kemampuan dengan pekerjaan yang akan dikerjakan adalah hal yang baik. Untuk itu mahasiswa perlu mempersiapkan dirinya dengan mengembangkan hard skill sebagai dasar untuk melamar pekerjaan dan diimbangi dengan soft skill sebagai landasan untuk melakukan pekerjaan. Karena hampir semua perusahaan dewasa ini mensyaratkan adanya kombinasi yang sesuai antara hard skill dan soft skill, apapun posisi karyawannya. Bagi perekrutan karyawan bagi perusahaan pendekatan hard skill saja kini sudah ditinggalkan. Percuma jika hard skill baik, tetapi soft skillnya buruk. Hal ini bisa dilihat pada iklan-iklan lowongan kerja berbagai perusahaan yang juga mensyaratkan kemampuan soft skill, seperi team work, kemampuan komunikasi, dan interpersonal relationship, dalam job requirementnya. Perusahaan cenderung memilih calon yang memiliki kepribadian lebih baik meskipun hard skillnya lebih rendah. Alasannya adalah memberikan pelatihan ketrampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter Hal tersebut menunjukkan bahwa hard skill merupakan faktor penting dalam bekerja, namun keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skillnya yang baik.
Dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya yang terampil, sebagai seorang  mahasiswa dituntut untuk mempunyai keahlian hard skill yang tinggi, Hard skill merupakan keahlian bagaimana nilai akhir kuliah mahasiswa/nilai akademis (IPK) mahasiswa ini sebagai persyaratan untuk memenuhi admnistrasi dalam melamar pada suatu perusahaan, selain harus memiliki IPK yang tinggi di era persaingan yang ketat ini juga kita dituntut memiliki soft skill yaitu ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) ketrampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skill), Baik hard skills maupun soft skills merupakan prasyarat kesuksesan seorang sarjana dalam menempuh kehidupan setelah selesai pendidikannya. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa hard skills ditekankan pada aspek kognitif dan keahlian khusus menurut disiplin keilmuan tertentu, sedangkan softskills merupakan perilaku personal dan interpersonal skill yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kinerja seorang manusia.



Sumber : http://rapendik.com/program/halo-pendidikan/umum/1170-pentingnya-hard-skill-dan-soft-skill-pada-mahasiswa

Pengertian Soft skill

Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya.  Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.
 Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri,  dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.

Kemudian yang dimaksud softskill inter personal adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Contohnya,  kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain lain.

Sumber : http://hiddengrazz.blogspot.com/2010/09/pengertian-softskill-penjelasannya.html

Fungsi Customer Service

Fungsi Customer Service
Berdasarkan fungsi tersebut diatas fungsi seorang customer service dapat dijabarkan lebih lanjut dalam kesehariaannya sebagai karyawan Bank, yang mana fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut:
• Front Line Officer
Keberadaan bagian customer service berada di bagian depan suatu bank, maka customer service menjadi cerminan penilaian pelayanan suatu bank.
• Liasson Officer
Customer Service adalah satu aparat yang menjadi perantara antara bank dengan nasabah. Orang pertama yang dihubungi oleh nasabah sewaktu datang ke bank adalah aparat customer service, baik untuk meminta informasi maupun untuk melak¬sanakan transaksi.
• Information Centre
Customer Service adalah satu-satunya personil yang dengan mudah dihubungi oleh nasabah pada kesempatan pertama maka aparat customer service menjadi pusat dan nara sumber informasi-informasi mengenai produk dan jasa bank. Oleh karenanya dituntut personil yang mempunyai pengetahuan dan wawasan yang cukup baik mengenai industri perban¬kan.
• Salesman (penjual)
Berfungsi sebagai penjual produk, dengan menjual berbagai produk yang ada pada bank, seperti berbagai jenis tabungan, deposito, kredit serta mengetahui keluhan dan keberatan nasabah.
• Servicing (pelayanan)
Sesuai dengan fungsinya customer service, atas nama bank penerima dan menyambut baik kedatangan nasabah selanjutnya akan mengerjakan kebutuhan nasabah sampai seluruh transaksinya dapat diram¬pungkan.
• Advisor/Konsultan
Dalam melayani nasabah tidak jarang pula aparat customer service dengan bekal pengetahuan dan wawasan yang bijak sehubungan dengan perencanaan pengelolaan keuangan nasabah.
• Maintenance Customer (Pembinaan Nasabah)
Permasalahan pembinaan nasabah baru (solisitasi). Aparat customer service adalah account assistant atau pembina bagi setiap account atau rekening nasabah non kredit. Hal ini merupakan perpanjan¬gan dan pengembangan fungsi kedua yaitu Liasson Officer.
• Handling Complaint
Unit customer service apabila dalam operasionaln¬ya, nasabah tidak puas, karena terdapat ketidakcocokkan atau kesepakatan, komplain dan lain-lain
sebagainya, maka adalah tepat apabila orang pertama yang dihubungi adalah aparat customer service. Dalam hal ini dituntut tidak saja dapat menangani keluhan akan tetapi juga diharapkan dapat meme¬cahkan masalah dengan baik sebagai “trouble suiter”.


Sumber : http://pelatihanbank.wordpress.com/2012/12/22/apa-fungsi-tugas-wewenang-customer-service-bank/

Blogger Templates